TERIMA KASIH KERANA SUDI BERKONGSI

SIKAP TAWADHU' YANG SEMAKIN DILUPAI


” Wahai Yang Hidup ! Wahai Yang Melakukan segala-galanya! Perbetulkan diriku dan juga urusanku seluruhnya! Dan janganlah Engkau membiarkan diriku keseorangan walau sekelip mata sekalipun buat selama-lamanya!"

Doa yang selalu dilafazkan oleh Nabi kita ini membuktikan manusia sesungguhnya amat memerlukan kepada Penciptanya ( Rab ) pada setiap detik dan saat di dalam kehidupan mereka. Boleh dikatakan tidak ada masa atau ketika yang manusia tidak berhajat kepada Pentadbir alam ini ( Rabul aalamin ).

Renungilah firman Allah swt : "Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan (dengan suara) perlahan-lahan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas". (Al-a'raf : 55)

Menurut bahasa: meminta sesuatu dengan rasa rendah diri (tawadhu'), kemuncak ketundukan dan ketenangan. Ia juga memberi maksud: lembut di dalam sesuatu. Menurut istalah syarie: Doa kepada Allah swt memohon dan meminta kepadaNya dengan sepenuh pasrah , khusyuk, menunjukkan sifat kefakiran dan ketenangan. Semua ini adalah situasi yang disukai Allah dan diredhaNya, malah Ia juga memerintah hamba-hambaNya supaya berbuat sedimikian.



SENTIASA TAWADHU' KEPADA ALLAH

“ Bukanlah dinamakan Tawadhu’ itu, orang yang bila Tawadhu’ ia merasa bahwa dirinya berada di atas apa yang diperbuat, tetapi orang Tawadhu’ itu ialah orang yang bila berbuat sesuatu, ia merasa bahwa dirinya masih berada di bawah apa yang dilakukan .” (Al-Hikam_Ibn Atha'illah)

Orang Tawadhu’ sebenarnya ia tidak akan menyatakan dirinya sebagai orang yang Tawadhu’, kerana menyatakan Tawadhu’ itu, sesungguhnya merupakan sebuah kesombongan. Orang yang Tawadhu’ merasa bahawa dirinya adalah orang yang rendah dan hina, orang yang merasa dirinya tidak pantas menyandang kedudukan, apalagi sampai menonjol-nonjolkan dirinya di tengah-tengah masyarakat, kalau dirinya sebagai orang mulia yang harus di hormati.

Asy-Syibali ra. Berkata ;” Barangsiapa yang merasa dirinya berharga, sesungguhnya dia bukanlah orang yang Tawadhu’ kepada Allah, hingga ia mengetahui kedudukan dirinya sebagai seorang hamba yang hina dan fakir di hadapan Allah Subhanallahu wa ta’ala.

Abu Yazid berkata ;” Selama orang itu merasa ada orang yang lebih jahat dari dirinya, maka ia adalah orang yang sombong.” Dan ketika ditanya :” Bilakah seorang itu bertawadhu’?” Jawabnya:” Jika ia tidak merasa memiliki kedudukan atau kemuliaan, tidak pula merasa tawadhu’. Seorang itu menurut kadar ma’rifatnya terhadap Tuhan dan pengetahuannnya terhadap dirinya sendiri.”
Muhammad Bin Muqatil ketika di minta doa oleh orang-orang, ia menangis sambil berkata;” Semoga bukan sayalah yang menyebabkan anda menderita dan mendapatkan bencana ini.”

Dan di antara tanda bahawa seseorang itu benar-benar Tawadhu’ jika ia tidak marah ketika di hina atau di cela, tidak pula di tuduh melakukan dosa besar. Ia tidak ghairah untuk mendapatkan kedudukan dan jabatan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, ia merasa tidak mendapatkan tempat di hati mereka. Yang terpenting bagi dirinya adalah berlaku jujur, memperbaiki diri dan di hatinya merasa rendah dan tidak pantas menyandang jabatan dan kedudukan.



TAWADHU' YANG TINGGI

Satu contoh yang dapat kita jadikan pengajaran besar adalah apa yang telah dilaksanakan oleh Imam Syafi'ie ra.. Sebagaimana yang disebutkan oleh Tuan Guru Al-Ustaz Ahmad Fahmi Zamzam dalam salah satu kuliah beliau yang dapat difahami seperti berikut:

Lihat saja Imam Syafi'ie r.t. Beliau mencurahkan baktinya dalam 'ilmu kepada Islam bukan untuk mendapatkan nama. Allah makbulkan hajatnya. Sebab itu kita jarang mendengar perkara dipetik daripada Imam Syafi'ie r.t., tetapi daripada anak muridnya.

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk sentiasa memperelok akhlaq kita dan kesucian hati.

"Ya Allah, kukuhkanlah ikatan pergantungan kami kepada-Mu. Keredhaan-Mu matlamat buruan kami"

No comments:

Post a Comment

"Allahurobbi..Hakikatnya, sedikit kata-kata dan komen yang berterusan daripada pembaca dan sahabat sekalian sudah mampu memberi semangat dan dorongan kepada penulis yang sedang berperang dengan masa di 'daerah' ini."

THE MOST POPULAR POST