TERIMA KASIH KERANA SUDI BERKONGSI

DUNIA PENTAS, KITA PELAKONNYA


“Dik, kamu di dunia ini hanya hidup sementara, jagalah ibadahmu.”

Entah mengejek atau sekadar gurauan, dia menjawab, “Jadi kak, kita manfaatkanlah hidup di dunia sekarang dengan bermain-main dna bersuka ria.”

Sungguh adik yang satu ini jauh dari agama. Hidayah memang di tangan Allah. Namun nasihat haruslah terus disampaikan kerana dialah adik satu-satunya yang setiap kakak pasti menginginkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana dia pun telah mendapatkan kebaikan.

"Dik, Nabi kita pernah berpesan pada seorang pemuda, iaitu Ibnu ‘Umar. Sabda baginda :

“Hiduplah engkau di dunia seakan-akan engkau adalah orang asing atau bahkan seorang pengembara.” (HR. Bukhari no. 6416)

"Adikku, negeri asing dan tempat pengembaraan yang dimaksudkan di sini adalah dunia, sedangkan negeri tujuannya adalah akhirat."

"Adikku, yang namanya orang asing adalah orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan tempat berbaring, namun dia dapat mengembara sementara di negeri asing tersebut. Jadi dalam hadits tersebut dipanggil seorang pengembara.

Wahai adikku, semoga engkau selalu mendapat taufikNya. Seorang pengembara tidaklah beristirahat di suatu tempat kecuali hanya sekejap mata. Di kanan kirinya juga akan dijumpai banyak rintangan, akan melewati lembah, akan melewati tempat yang membahayakan, akan melewati teriknya padang pasir dan mungkin akan bertemu dengan banyak perompak.

Itulah adikku,  pesan Nabi kita. Hidup di dunia itu hanya sementara sekali, bahkan akan terasa hanya sekejap mata.



DUNIA ADALAH PENTAS, KITA SEBAGAI PELAKON

Manusia tinggal di dunia hanya untuk waktu yang singkat. Di sini, ia akan diuji, dilatih, kemudian meninggalkan dunia menuju kehidupan akhirat di mana ia akan tinggal selamanya. Harta benda serta kesenangan di dunia, walaupun diciptakan serupa dengan yang ada di akhirat, sebenarnya memiliki banyak kekurangan dan kelemahan karena harta benda dan kesenangan tersebut ditujukan hanya agar manusia mengingat hari akhirat.

Allah menjelaskan betapa dunia merupakan tempat sementara yang penuh dengan kekurangan,

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (al-Hadiid: 20)



RENUNGKAN 3 PERKARA : 
Dari Ibnu Ibnu Umar r.a katanya: rasulullah SAW memegang bahuku lalu ia bersabda:” Dan adalah Ibnu Umar r.a berkata:”Jika engkau berada di waktu petang, maka janganlah engkau menunggu pagi; dan apabila engkau berada di waktu pagi, maka janganlah engkau menunggu petang. Dan gunakanlah dari sihat engkau bagi masa sakit engkau dan dari hidup engkau bagi masa mati engkau.(al-Bukhari)

1. Dunia adalah tempat untuk manusia beramal dalam sekian waktu yang ditentukan dan bukanlah tempat untuk bermukim, bersenang-lenang sepanjang hayat kerana kedudukan seseorang itu di dunia ini adalah seperti pedagang atau pengembara yang akan pulang ke kampung halaman tempat asalnya iaitulah alam akhirat yang kekal abadi.

2. Untuk itu, tiap-tiap amal ada waktunya di mana apabila luputnya waktu sesuatu amal belum tentu waktu itu akan berulang kembali. Oleh itu orang yang mengerti nilai waktu akan menyedari bahawa waktu itu sebenarnya adalah umurnya yang jika habisnya suatu detik waktu maka berkuranglah jangka hayatnya dan berkurang pula tempoh amalnya. Selepas itu kekecewaan dan penyesalan tidak berguna lagi.

3. Oleh itu seseorang yang inginkan kebahagian yang kekal abadi hendaklah memelihara waktunya daripada terbuang dengan percuma atau sebelum tiba waktu yang menghalang seperti sibuk, sakit dan sebagainya.


p/s :
1.  Semoga menyegarkan ingatan kita kembali tentang pentingnya mempersiapkan bekalan untuk perjalanan hidup yang selanjutnya.
2.  Tarbiyyah (didikan) pada diri perlu ditarbiyyahkan juga pada adik-adik yang baru mengenali dunia agar serius menjaga solat dan tidak leka dengan suruhan Allah. Serulah secara baik, berhikmah dan lemah lembut. Hati mereka terlalu halus dan mudah menerima

No comments:

Post a Comment

"Allahurobbi..Hakikatnya, sedikit kata-kata dan komen yang berterusan daripada pembaca dan sahabat sekalian sudah mampu memberi semangat dan dorongan kepada penulis yang sedang berperang dengan masa di 'daerah' ini."

THE MOST POPULAR POST